Minggu, 25 Januari 2009

harusnya diposting pertama

Pagi-pagi di Januari 2009, dengan langkah sedikit terburu-buru, aku melewati tangga yang menghubungkan jalan bawah ke lapangan upacara yang letaknya lebih tinggi menuju ruang pertama hari Selasa, ruang 14. tak lain tak bukan, itu karena aku selalu terlalu tepat waktu datang ke sekolah_jam 6.45_sisip dikit telat*,. yang jelas, biasanya pas nyampe si Dewi Lestari udah menyenandungkan lagunya “Malaikat Juga Tahu” yang *suaranya* keluar dari speaker segiempat yang nyangkut di hampir di segala penjuru (baca: di ruang-ruang kelas).

Aku bersama dengan Re’e *sebagai teman sekelas yang naik mobil antar-jemput [angkot.red] yang sama* berpegangan tangan mendayu-dayu mengarah ke ruang komputer. ruangan 14, AC-nya cukup untuk mendinginkan sekalipun jika kami terlambat satu dua menit dan harus lari-lari kecil ke kelas, menyelinap, meloloskan diri dari guru piket. Sesampainya di dalam kelas, aku meletakkan Exsport abu-abu-pink yang udah rada lusuh di atas kursi kosong yang dihadapannya terdiam sebuah komputer layar datar nganggur dan dengan pengetahuan bahwa internet terkoneksi tentunya.

Setelah tas ditempatkan untuk menempati kursi yang tersedia, aku pun berlari sekencang-kencangnya *one meter per one minute* menuju WC ruang 13 (bukan di dalem ruang 13, tapi didepannya). Seorang junior perempuan mendahuluiku masuk ke dalam WC dengan sebelumnya menegurku dengan anggukkan dan sesungging senyuman *ya tetep aja, aku keduluan!*. akhirnya, berhubung kaya’ kata Melly Goeslaw dalam soundtrack film “Eiffel I’m in Love”, "tak tahan lagi", aku pun menerobos masuk ke WC putra *yang kosong*, toh keadaannya sama aja, sama-sama ada satu bak, satu wc, ada gayung, trus isinya sama-sama air bening, walau kadang terbukti, WC cewek itu lebih wangi *mungkin cewek masuk kamar mandi sambil diem-diem nyemprotin Pucelle kali ya?*

Setelah menunaikan rutinitas tiap pagi ketika sampai ke sekolah, aku pun masuk kembali ke ruangan ber-AC (selain ruang T.I, sekarang ada ruang multimedia*R.9*, dan ruang kelas anak SBI tentunya). Menekan tombol power, menunggu sepersekian detik, langsung deh mengklik mozilla untuk dipergunakan sebagaimana gunanya.

Awalnya, mau buka friendster, tapi gak bisa. Ternyata pihak sekolah yang nyettingnya kaya gitu *soalnya murid-muridnya kalo buka internet hampir ga pernah ninggalin situs berisi foto dan comment itu*. Mungkin maksudnya baik, demi menjaga integritas pelajar untuk mewujudkan teknologi tepat guna, menggunakan internet untuk keperluan pendidikan. Tapi tadi siang Intra protes karena masalah daftar BSM *yang juga menyangkut soal pendidikan tentunya* dari internet sekolah, yang kata seorang bapak yang bisa dikatakan sebagai pengurus ruang T.I beserta isinya tersebut; ruang T.I harus digunakan sesuai jamnya. Yah, kalo gitu, gak ada istilah ’pake internet sepuasnya’ donk di ruang T.I. hotspot sih ada, tapi gak lancar-lancar amat. Cuma,, hmm,, masih beruntung lah... paling nggak, tadi pagi, aku udah cukup terpaku dengan jari dan keyboard beradu *online* buat nyari informasi tentang TKJ UNSRI, IMT TELKOM, PPA BCA, ABDI BCA, dan sempet buka GOSTANERS buat liat hasil T.O STAN di SMA 3 Minggu kemaren, tapi blom ada tuh. Yah, aku berharap minimal jangan nilai mati deh,, walaupun pake nama samaran dan orang laen gak tahu, tetep aja bakal terbesit kekecewaan kalo sampe nilainya ancur *kan sebenernya, dari lubuk hati yang paling dalam, aku telah jatuh cinta, pada pandangan pendengaran kesekian kepada STAN!!* STAN...!!! Wait... I’m Coming...!!!!! *jangan idak be..hehe*

Dan berita terakhir, pada kesempatan di pagi yang cerah tertanggal 20 januari 2009, aku putusin untuk ngambil keputusan penting bagi hajat hidup orang banyak; Ani, Ana, Budi, Tono, Rani, Rano, Reno, Tono, Tini, Tukiyem dan Rukiyem *sembarangan aja ni nyolong nama orang*, thx to all, terutama buku ”Lancar Berbahasa Indonesia kelas 1 SD”. Hehe... ya, baiklah, keputusan tersebut adalah, membuat blog, biar mudah cari yang mudah tambah er, jadi blogger (kan kalo menulis; write, penulis; writer, mengajar; teach, pengajar; teacher, berbicara speak, pembicara; speaker, dogan; minuman, diminum=seger, jadi; doger) *all about –er*.

Alhasil, biar gak ribet, dengan bangga memampangkan nama asliku yang indah. Untuk jangka waktu beberapa hari, gak pernah sempet OL, blog blum diapa-apain, pas OL sorenya, gak bisa log in, aku dibilangin sama tulisan merah; sandinya salah. Aku bingung, perasaan bener. Hmm.. cukup yakin lah. Akhirnya minta pertolongan, dan tulisan item bilang kalo aku bakal dikirimin paswordnya ke email aku, mohon diperiksa, kali aja nyasar ke spam *begitu bunyinya*.

Kalo postingan ini nyampe, berarti aku udah berhasil log in, dan itu berarti pula blog-ku berhasil terlahir untuk selanjutnya dirawat dan dibesarkan hingga berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Amin...
:P

2 komentar:

Tips-IT mengatakan...

curhat iiie,,,
he,,,he,,,

ti2 be...
jangan trlalu pribadi..
gek malah ktawan...
he....

Anggia mengatakan...

oke... oke... thx li..

Poskan Komentar