Minggu, 25 Januari 2009

Puisi 'norak'

Puisi cinta terkadang sedikit ‘basi’. Tapi kalo lagi terserang rindu,, yang norak bisa jadi indah..hehe…

Ada beberapa puisi yang terbikin saat aku ga peduli betapa lugasnya kalimat yang ga nyastra,, asal curhat aja;



Cinta Pertama

Dusta bila ku tak inginkan dirimu
Sesungguhnya sangatlah ku merindumu
Kaulah dermaga
Tempat kapal hatiku berlabuh

Maaf jika terus ku pungkiri cinta itu
Ingin ku wujudkan rasa ini

Kaulah lilin yang temani hariku
Yang berkorban demi riangnya hari

Mungkin masih terlalu jauh bagi kita
Tuk wujudkan rasa, rasa yang sejati

Akhir cerita ini ku yakin menjadi indah
Meski bahagia tak mesti slalu berpihak

Tetaplah jadi dirimu
Jangan pernah ubah yang ada

Kau cinta cukup sempurna
Yang ku temukan di masa pertama

Plg, 2005-2006 (lupa kapan tepatnya ni dibuat, wkwkwk)

***

Hanya Begitu Saja

Sudut-sudut sisi hati dalam kegalauan
Tanya resah akan rasa
Logika tak terteriak terima
Lambungan awan melayang indah

Kebimbangan yang menambah
Satu warna lagi tak terusik
Ceritakan lebih bagiku
Begitu saja bagimu

Plg, 2005-2006

***

Tanyakanku Arti Cinta

Jangan tanyakan tentang arti cinta
Rasa yang ada tak tentu terasa nyata
Kan sanggupkah ku sendiri mengartikannya?
Berartikah permainan hati nan maya?

Engkau ada.
Dan hatiku tak kan bisa menutup ruangnya

Plg, 12 September 2006

***

Sudah

Ingin ku sudahi semua rasa
Bagai alunan ‘hapus aku’
Tapi ternyata tanpa kuasa
Aku membiarkanmu
Mendapat tempat
Di hatiku

Mauku,
Kau enyah dari hatiku
Jangan sedetikpun kau hadir di pandanganku
Karena ku rasa kau terperangkap di situ

Biarkan kosong hariku
Dari rona merah jambu yang katanya tak mungki8ntidak di masa ini

Ini masaku?

Haruskah ku kecewa lagi
Haruskah kecut hariku lagi
Hanya karenamu
Satu dari angan-anganku
Yang luput

Plg, 12 Sept 06


***

Aku Dengar

Aku dengar ia berkata ‘aku menyukainya’
Aku dengar mereka berkata sama
Aku mulai mengawasi yang mereka bicarakan
Aku mulai terselam di dalamnya

Mungkin hari ini memang gerah


Plg, 14 Januari 2007

***

Tingkahmu

Nafas yang tercekat
Namun hati riang
Melihatmu
Dengan senyuman
Kadang melihat tatapan tajam
Namun keteduhan terpancar

Apa mauku
Akan dirimu yang tak tahu
Yang mungkin tak peduli
Akan senyuman karna senyummu

Tingkah sempurna

Apa mauku
Ketika hati ini mulai pilu
Persendianku serasa runtuh
Cintaku utuh kadang luruh

Plg, 2 Feb 07

***

Tepuk tangan

Apa yang ku tunggu?
Yakin nggak lelah?

Sadarkan tatapanmu

Jangan bawa pergi jauh

Mari tepuk tangan bersama
Biar riuh.


Plg, 8 Juni 2007

***

Bukan aku

Bukan aku yang bisa mengabaikan senyumanmu
Bukan aku yang mampu anggap biasa tatapanmu
Bukan aku yang tetap tenang saat kau dekatku
Bukan aku yang tak hiraukan setiap gerikmu
Bukan aku yang tak menyimak kata-katamu

Aku yang tersenyum harap
Tenggelam dalam angan tentangmu


Plg, 8 Juni 2007

***

Destruksi

Engkau mendegradasi hati ini
Kau indah namun begitu beku
Ku rasa kan hatiku sayu

Kau tak coba alihkan pandanganmu
Dan kau tahu tatapanmu meruntuhkanku
Ku sadar aku luluh
Tapi dirimu tak jua haru

Perlahan kau ukir nama dan segala kehebatanmu
Tak ku sadari goresan pena emasmu menyiratkan kelemahanku
Tak ku mengerti mengapa kau begitu padahal ku tahu kau memang begitu

Kau yang memberi harapan kosong
Padaku dan mereka yang tersihir oleh sorot tatapmu
Padaku dan mereka yang terbawa oleh alunan musik yang seolah penuh cinta

Tapi biarlah, ku ucapkan terima kasih untukmu
Terima kasih
Kau telah memeperlakukanku dengan baik

Baik
Kita teman

Plg, 24 Juni 2007

***

Bukan Inginmu

Aku membutuhkanmu

Ku lihat aturan yang kau mainkan dengan begitu indah
Kau berhasil menyutradarai alur ceritanya
Kau telah menangkan piala pemeran utama
Semester cinta

Kamera hatiku
Ia mengawasimu
Lensanya menangkap sorot matamu
Mendapat pancaran sinar
Dari senyummu

Aku perhatikan sorotan matamu
Dan tersentak, blitzmu menyilaukanku
Walau aku bukan objek yang biasa kuperlakukan
Aku hanya terbawa lebih jauh dari batasnya
Yang ku sebut kenyataan

Aku membutuhkanmu

Tapi aku bukan inginmu

Plg, 9 Juli 2007

***

Disiplin Pelangi

Kadang aku muak dengan puisi cinta
Angan-angan dan harapan kosong yang menerpa
Terbelai mimpi ku disini tanpamu

Kadang aku membenci kehadiranmu
Ketika jiwa penuh egoku tak bisa terima
Ku tak bisa milikimu

Kadang aku bosan berkata ‘bodoh’
Tapi diriku terlalu kaku
Tapi hatiku terlalu mudah meringis
Dan berkata kalau ia teriris

Apa yang harus ku sesali?
Bukankah rasa ini adalah fitrah?
Aku hanya butuh cerdas menempatkannya

Aku terbelenggu oleh rasa, ia singgah, ia tak sadar
Dimana aku?
Absensi menyipitkan selipkan namaku

Ho, besok juga tidak begini lagi
Hari ini sakit hati
Besok baik lagi
Nanti sakit lagi
Bad mood lagi
Feel fun lagi

Pelangi hidupku, disiplin sekali


Plg, 24 Apr 2007

***

Esok Tatap Aku

Aku tak mau menyesal karena terlalu mudah ku umbar kata-kata cinta di masa ini
Apa untungnya?

Biarlah ada cinta di hatiku
Biarlah engkau sibuk dengan harimu
Biar ku urusi hariku
Dengan kata-kata permainan, khayalan tentangmu

Hadirlah di mimpiku
Dengan setelan terbaikmu
Dengan kata-kata termanismu

Dan esok, kembali tatap aku.

Plg, 24 April 2007

***

Janji Padaku

Janji padaku,
Walau hanya tatapan mata

Katakanlah harapanmu untukku
Katakanlah pencarianmu padaku

Ujung-ujungnya aku!

Plg, 25 Apr 07

***

Cegatan


Dan dapatkah kau rasakan galauku
Tertera lentera merenungi malam
Sudut akal mati
Naungi aku telepati

Mengecohkan detak jam
Mengacaukan irama
Merisau telaga

Bintang, bawa aku pergi jauh dari sesak yang kita sebut kebun bunga
Karbon dioksida malam dan akarnya mulai mencekikku
Dan kau hanya diam, maka gontai ku coba pergi

Meski pagar tangguhnya pun mencegat hati

17 Desember 2007

***

Menyadarkan

Kau sediakan seberkas kehangatan yang menyelinap dalam hati yang sayu
Ketika keraguanku berdesir dan egoku membuncah
Dan ku nikmati tangisan tumpah
Dalam sunyi yang menyelimuti dan bersenandung indah penuh makna

Namun kepekatan yang menyesakki rongga dada akhirnya memudar
Dan mungkinkah seperti rasa yang kuharapkan pudar
Namun ku masih tak tahu pasti yang terbaik untukku
Karena itu disediakan-Nya dalam sebuah rahasia

Dan malam-malam berikutnya ku harap ku tak kan pernah lagi meninggalkan sebingkai kesadaran murni yang konkret harus dimiliki umat seperti kita
Keyakinan yang terpatri
Yang ku tahu sebelumnya
Yang bahkan hampir ku hapal
Namun sempat ku tinggalkan mematung karena ego

Dan kehangatan nyata sudah selayaknya menjalari
Insan yang mengerti akan arti hidup ini
Dan kepingan-kepingan yang menyatu dalam sebuah rahasia

(280408)

***

Sore dan Angan

Saat malam ku terjaga dalam tanya
Tiba-tiba pagi tak lagi datang dengan kesejukan
Ketika hari menyuarakan sepi
Tiba-tiba aku merasa sendiri

Ku tertegun
Ku bisikan namamu

Ketika angin sore menerbangkan angan-angan
Ku tersenyum
Dan tetap bertahan

3 Juli 2008

***

Aku Memang Menginginkanmu

Apakah kau tahu?
Aku sangat merindukanmu.
Kini aku selalu begitu
Ingin tetap mencintaimu
Apakah kau mengerti?
Aku ingin kau meyakinkanku
Bahwa kau mau berjalan bersamaku
Bahwa kita kan selalu bersama

Apakah kau pun begitu?
Seperti aku yang selalu bertahan
Aku ingin s’lalu ada untukmu
Apakah aku pahami maksudmu?
Bahwa cinta yang ku rasakan hanyalah cinta sesaat
Bahwa kau sayang padaku hanya sebagai sahabat

Apakah aku terima?
Ketika rindu ini mengusik jiwaku
Ketika ku tahu harap telah jauh merasuk kalbuku

Apakah aku pungkiri?
Cinta ini untukmu

Aku memang menginginkanmu

17 Oktober 2008

***

Destruksi Panjang

Mungkinkah aku katakan bahwa
Aku lelah mencintainya?
Sedang cinta itu hidup
Cinta mengisi, menghiasi, merekonstruksi,
Walau tak jarang pula mendestruksi
Hingga hari terasa lebih panjang

Namun kini aku masih berkata
Aku mencintainya...

17 Oktober 2008
***
Mencintainya
Ketika hati terbalut rindu
Getaran rasa menggugah segenap jiwa
Wajahnya terukir bersama senyum dan segala pesonanya

Sepersekian detik dalam detik hidupku yang singkat
Tak ku sadari telah terpenuhi olehnya
Tentang cerita, kisah, kenangan, cita, mimpi, angan
Dari semua rasa, yang tak dapat ku ungkap yang ku harap ia rasakan
Cinta, rindu, sayang, cemburu dan kadang ragu

Ku coba menepis raguku
Namun sungguh, aku ingin dia hadir meyakinkanku
Ketika raguku tak berhasil ku abaikan
Merelakannya pun bukan jalan yang dapat ku telusuri begitu saja


Aku mencintainya, karena hatiku berkata begitu
Tak perlu alasan. Aku mencintainya
Dan ingin dapat selalu begitu.
Mencintainya.

17 Okt 2008

***

Tanya Rindu

Apakah dia tahu?
Apakah aku mengerti?
Apakah dia rasakan?
Apakah aku kenangan?

Aku ingin dia....
Aku adalah...
Aku ingin dia..
Mengisi relung hati. Yang dinamakan cinta.

Aku sungguh merindukannya...


17 Oktober 2008

***

Temui dengan Rasa

Malu.ego.gengsi
Karena ragu
Mengakui semua ini

Aku harap kau bahagia

Karena bagaimanapun cinta telah mengisi hatiku dengan segala warna
Cerah dan kelabu
Dingin dan haru
Namun tetap membahagiakanku

Tak banyak hari untuk menatap wajahmu kini
Tak banyak kata yang dapat kuucap kini
Artikan sebuah senyuman

Memang hidup itu singkat
Kelak, temui aku dengan segala rasa itu,
Rasa yang hanya kau dan Dia yang tahu...

17 Okt 2008

***

Mengartikannya Bersama

Malamku kini
Tanpa banyak berkata
Ku goreskan rasa rindu
Hanya sebatas rangkaian kata
Untuk mencintainya tanpa syarat

Di atas kertas ini
Ku ungkap arti dirinya, pada masa itu, kini dan mungkin nanti

Ku harap kami mengerti
Dan memahaminya lebih dari sekedar definisi
Mengartikannya bersama...

17 Oktober 2008
***

Rindu Milikmu

Biar kini kunikmati rasa rindu yang mendalam ini
Sebelum aku tak bisa lagi merindumu seperti ini

Biar kini ku ungkap rasa lewat seuntai kata
Sebelum aku tak ingin lagi menuliskan semua

Terlalu realistis kata-kata ini
Namun sedikit naif

Hanya ingin kau mengerti
Hanya ingin ku pahami

Bahwa rindu ini
Telah menjadi milikmu kini

18 Okt 2008
***

Dia juga Pilihan

Aku bilang itu misteri
Bahkan mimpi juga misteri

Aku ingin aura cintanya menghangatkan jiwaku
Namun, ia tak pernah memperjuangkan hatiku
Dalam penglihatan di senja akhir-akhir ini

Telah ku coba mengatakannya.
Apakah aku berhasil menyatakannya?
Bagaimanakah aku telah meyakinkannya?

Namun ia hanya berkata
Itu hanya sesaat.
Aku tahu hidup ini singkat. Tak kekal.
Namun dia tak membuatku yakin pada hatinya
Apakah ini penuh logika?

Aku tahu, dia hanya coba memberitahu
Bahwa jalan masih panjang terbentang
Walau relatifitas membayangi hidup

Ah, hidup ini pilihan,
Bagaimana jika memang dia adalah pilihan yang ditetapkan?

Hanya hati. Dan hanya Tuhan yang tahu...

27 Oktober 2008
***


Akhir tak Indah

Ku pahami hati ini lelah,,
Tanpa tahu apakah aku sedang mengistirahatkannya
Atau masih membuatnya menanti untuk dibuat lelah lagi..

Mungkin kesalahan yang tak ku sadari telah menuntutku untuk lebih konsekuen
Pada hidup
Pada cinta
Hidup dengan cinta. Dalam cinta. Selalu tentang cinta. Dan kini ku sedang kecewa. Karena cinta.

Klise.
Bosan sudah mendengar kata cinta,

Namun, begitulah adanya.
Aku memang sedang merasakannya.

Cinta yang tak selalu harus berakhir indah...

Cinta itu indah.
Semua orang tahu itu,,
Tapi jika ku tak menjadi yang ku inginkan,,
Masihkah ku boleh menghadapinya dengan senyuman??

27 Oktober 2008
***

Drama kehidupan

Aku pernah sangat merindukannya.
Hingga hatiku tak mampu mengingkari semua.
Bahwa ternyata hatiku telah terpaut padanya.
Bahwa ternyata aku tak dapat berpaling darinya.

Tapi semua rindu kan menjadi kenangan..
Ketika ia tak meyakinkanku untuk tetap tinggal
Bersamanya, dalam hidupnya
Seperti yang ku inginkan, seperti yang terukir
Mungkin mimpi menjauhiku...

Kini, ketika aku harus lupakannya,,
Siapa lagi yang harus kuberitahu
Bahwa hatiku masih sepi tanpanya
Bahwa jiwaku ingin terus bersamanya..selamanya...
Namun mimpi itu menjauh dariku...

Aku hanya pemain drama di bumi fana
Sang penulis skenario telah mengatur segalanya
Aku hanya pemain drama di bumi fana
Yang hanya berusaha untuk memperbaiki semua

Improvisasi. Tidak hanya berserah. Namun tak kan memaksa.

Jika aku pemain drama
Dalam alam sadarku
Aku sedang berhenti sejenak
Merenung dan menghayati peranku

27 oktober 2008
***

Lanjutkan Hidup

Aku kini tak jua mampu
Menepis dirinya dari benakku

Aku kini terlarut haru
Dalam raguku
Dan pesimis hidup yang terbukti
Ia mengecewakanku...

Akhirnya aku rasakan.
Ternyata aku benar-benar patah hati kali ini

Mungkin untuk yang pertama kali
Apakah dia kan berbangga hati karena ini?

Sampai aku berpikir
Apakah aku dapat bertahan

Namun hidup harus terus dilanjutkan

Biarkan aku berhenti sejenak
Mengambil nafasku yang telah kuberikan sebagian untuknya
Hingga semua telah kembali

Aku kan lanjutkan hidupku...

27 oktober 2008
***

Seperti Orang Bodoh

Sudah lama ku kenali.
Dirimu bukan untukku lagi.

Sudah lama ku mengerti.
Bahwa inginku bukan inginmu lagi.

Namun, aku masih berharap.
Aku mengenali dirimu dengan inginku.
Walau jelas sudah bahwa sebenarnya tak boleh ada harap.

Aku terus mengenangmu.
Tiap detik terasa semakin berat hembusan nafasku.
Separah itukah?

Itulah yang kurasakan..
Dramatisir kedengarannya...
Aku pun tak menyukainya...

Seperti orang bodoh,,

27 Oktober 2008
***

Kecuali Dosa

Apakah dia tahu apa yang kurasakan?
Segala beban melemahkan jiwa
Segala kecewa mematahkan hati

Pernah sedetik ku merasa bahwa aku hampir tak terselamatkan

Namun, apa guna keyakinan ini?
Tentang yang terbaik,,,
Tentang hidupku,,, yang singkat,,, dan kan segera usai...
Terganti ruang dan waktu yang lain...

Mungkin tak ada yang perlu manusia sesali...
Kecuali dosa yang menutup hati...

27 oktober 2008

***

Menyelesaikannya

Sudah.
Malam ini aku lelah.
Kemarin, aku telah coba menerimanya.

Menerima kenyataan yang ada.

Haruskah aku menangis lagi malam ini?
Hatiku miris
Jiwa gerimis
Membuat mendung rasa
Menggetarkan ketegaran

Menyesakkan rongga nafas
Memang aku masih ingin menangis...
Ku harap ku segera menyelesaikannya...

27 oktober 2008
***

Hujan bermentari

Semua kenangan manis tersimpan dihati.
Meskti tak selalu aku menjadi berarti.
Arti diriku dengan memaknai cinta.
Tiap detik hidupku tlah berlalu.
Slalu berusaha menyongsong mentari.
Dengan senyuman dan laku yang lebih baik.

2 Nov 08
***

Mengosongkan Hati

Cinta..cinta…dan cinta…
Adakah aku lelah merasakannya…
Kehilangan nuansa indahnya
Melupakan sensasi kerinduannya

Kan kubiarkan kah hatiku hampa
Tertinggal
Kosong

Atau mencoba untuk merenung
Sejenak berhenti. Terengah-engah. Berlari lagi.
Meski terjatuh dan berdarah...

Aku tak tahu. Aku tak mengerti. Tak ada yang menjelaskanku. Tentang perasaanku. Yang terombang-ambing. Yang resah dan gelisah. Yang sering lupa asal-usulnya.
Tak ada garansi tentang pujaan yang kan membalas cinta.

Yang ada hanyalah sebuah ketentuan...
Bahwa yang terbaik kan ada sebagai buah kepercayaan...

Keikhlasan
Kejujuran
Ketulusan
Kesetiaan
Kesetiaan
Kesetiaan

19 Nov 2008
***

Pergi

Kemana larinya senandung-senandung cinta yang pernah kukirimkan padamu?
Kemana perginya ungkapan rindu yang selalu ingin kuberitahu padamu?
Kemana hilangnya harapan-harapan hati tuk habiskan waktu denganmu?
Kemana musnahnya cita-cita yang ku kira telah ku ukir bersamamu?

Dimana puisi yang pernah ku cerna dengan hati?
Dimana rasa berbeda yang pernah kau hadiahkan?
Dimana keceriaan yang pernah kau sajikan?
Dimana angan-angan yang penuh keindahan?

Aku mencarinya di hariku,
Namun bergeming, hariku tak menyediakan dirimu
Aku mencarinya di diaryku
Namun membisu, diaryku hanya tuliskan namamu
Aku mencarinya di matamu
Namun terpaku, aku tak kuasa menatapmu
Aku mencarinya di hatimu
Namun meragu, aku benar-benar tak tahu

Aku mencarinya di pelangiku
Ternyata warnanya memudar
Dan tersadar
Sudah waktunya hilang

Kemana aku?
Dimana aku?

Ternyata semua itu tak ingin aku temukan
Semua yang menjauh
Dan harus ku relakan
Ku harus lewati
dan biarkan semua pergi...

Aku tak mencari
Di hari
Di diary
Di hati
Atau pun di pelangi
Lagi

Datang. Lewati. Pergi. Lewati. Hadir-sekilas. Pergi. Lewati. Lewati. Lewati.
Ku lalui hidup ini.

Palembang, 2 Desember 2008
***

Hatiku tak Seperti Aku

Mengapa hatiku tak seperti aku
Yang merasa bosan jika harus terus membaca buku pelajaran
Yang merasa penat jika harus terus melakukan hal yang sama tak mengasyikkan berulang-ulang kali

Mengapa hatiku tak seperti aku
Dengan logika yang penuh
Bahwa kesalahan tak boleh terulang
Bahwa larangan tak boleh dilanggar

Karena nyatanya
Hatiku memang tak seperti aku

Karena ia tak pernah bosan mencintaimu
Karena ia tak pernah penat merindukanmu
Karena ia tak pernah mengakui kesalahan mengharapmu
Karena ia tak pernah mematuhi aturan tak boleh lebih dari biasa untukmu

Masih untukmu

Tak bosan
Tanpa penat
Biarkan logika
Abaikan kesalahan
Acuhkan larangan

Karena hatiku
Tak bisa ku setting seperti dering hp

081208
***

Ku Harus Sadari Itu

Bolehkah kembali ku tuliskan puisi cinta untukmu
Ketika hati ini rindu bersenandung namamu
Ketika jiwa ini selalu ingin kau temani
Walau hatimu tak inginkan aku
Walalu rinduku hanya bagiku

Ketika hanya ada dirimu yang ku harap dapat selalu menemani
Ketika masih dirimu yang jadi manusia terindah
Yang kuinginkan jadi pendampingku

Dalam mimpi dan cita
Dalam harap dan asa

Aku tak menampik
Bahwa aku tak ada dalam sisi hati sebagai kekasih

Namun rasaku rusak tercabik
Harapku hilang tenggelam
Semangatku pendar berpendar

Ketika suara-suara mengatakan bahwa aku harus sadar
Aku tak pantas memilikimu
Aku bukan milikmu
Aku harus lupakan mimpiku

Ku harus sadari itu...

8 Desember 2008
***

Dimana Tempat Rasa

Mungkin kita tak saling memiliki
Nyatanya aku tak memilikimu
Namun mungkin ini yang terbaik bagiku
Dan mungkin kau bukan yang terbaik untukku

Walau ku merasa kau yang terindah, yang paling ku kenal, yang paling dapat ku mengerti, tuk habiskan waktu bersama...

Biarkan ku hapuskan mimpiku perlahan...
Namun sungguh rasa ini menyiksaku

Aku kehabisan akal
Tak mengerti
Dan tak mampu
Mengatur tempatnya...

081208
***

Mentari dan Hujan

Aku percaya bahwa waktu bisa menjawab semua tanyaku
Namun aku seperti awan hitam yang berat terbebani tak sabar tuk menjadi hujan berharap dapat sejukkan dunia

Aku sadari bahwa tak selamanya manusia mengharap hujan turun
Karena manusia butuh yang mereka butuhkan
Walau sering terlupa yang mereka inginkan bukan yang mereka butuhkan

Hujan
Matahari
Air
Cahaya
Sejuk
Hangat
Berkilau
Kemilau

Tergantung keperluan

Aku percaya bahwa hujan kan hangatkan jiwaku
Dan mentari kan sejukkan hatiku

081208
***

Tinggal di Hati

Kemana harus ku alihkan sebentuk cinta yang kubawa dalam perjalanan menuju hidupmu

Kemana mesti kubiaskan seberkas rindu yang kugenggam dalam kekuatan untuk bertahan menunggumu
Kemana lagi ku tenggelamkan mimpi yang terjaga dalam kokohnya dinding hati tuk mengharapmu

Aku disini
Telah terlupa

Aku disini
Terlelap mimpi

Aku disini
Tak kunjung terjaga
Tuk menyadari selamanya

Bahwa mimpiku hanya boleh tinggal dihati…

081208
***

Kosakata Cinta

Mengapa aku begitu yakin bahwa kau yang terbaik untukku
Mengapa aku begitu percaya diri memberimu nilai sempurna dihatiku
Mengapa aku begitu bersikeras tak mengizinkanmu pergi dari hidupku
Mengapa aku begitu naif tuk menjaga semua yang telah kau berikan padaku

Aku masih perlu banyak belajar

Tak sekedar menghapal kosakata-kosakata yang telah sering ku koar-koarkan lalu ku uapkan saat mengingat betapa indahnya dirimu
Hadiah.
Anugerah.
Teman.
Cinta.
Sayang.
Rindu.
Harap.
Hilang.
Kepemilikan.
Musnah.
Mimpi.
Jauh.
Pergi.
Rela.
Ikhlas.
Ikhlas.
Ikhlas.

Kosakatanya sedang berputar-putar
Bolak balik dari logika dan perasaanku

081208
***

Hanya Untukku

Aku percaya bahwa cinta akan datang menjemputku
Aku percaya bahwa hati akan bersinar menemukanku

Aku percaya bahwa ia akan mempesonaku dengan cintanya
Yang hanya untukku

Tak peduli seberapa besar dan dalamnya
Persetan dengan samudera
Persetan dengan angkasa

Hanya untukku
Yang penting hanya untukku

081208
***


Well, mungkin segini dulu. Masih banyak koleksi puisi ’norak’ lainnya,,,
Di kesempatan berikutnya, mungkin aku bakal m’posting puisi yang gak bertema cinta,,, atau justru kalo aku berhasil jatuh cinta lagi *menemukan cinta yang indah lagi*,, akan lebih banyak lagi ungkapan cinta... haha... :D

1 komentar:

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Poskan Komentar