Minggu, 08 Februari 2009

iklan jayuz

Iklan Big Babol

Minggu pagi ini, seperti biasa aku bangun pagi, mandi, salat, trus sarapan. Mi goreng instan rasanya sudah cukup lama tak kunikmati seperti pagi ini. Sarapan habis, mencoba untuk sedikit bergerak walaupun tak benar-benar membakar kalori, menyapu. Tentu sebelumnya aku pun mengenakan jilbab karena menyapu sampai ke teras rumah dan mengenakan kacamata karena minus menyebabkan ketidakjelasan hasil sapuan. hehe...
Mengikuti jejak Wulan di pagi hari, aku nangkring di depan TV, Inuyasha sedang beraksi! hoho... Tapi ternyata Wulan benar, iklan-iklan selingan film Inuyasha cukup lama. Ada salah satu iklan yang menarik, hmm, sedikit jayus. Awalnya aku yang memang tergolong tidak terlalu sering nonton TV tidak mengenali iklan apa itu. Dengan tampilan kartun, dimulai dengan seekor induk burung yang besar berwarna biru sedang mengecek dua telur yang tergeletak di sarang, calon anak-anaknya. Kemudian, tiba-tiba jatuhlah sebuah telur hijau yang berukuran lebih besar, lalu si induk burung pun berkata "Telur siapa ini? bagus sekali", sekejap kemudian, telur-telur tersebut satu persatu menetas.Setelah menetas dan mengeluarkan dua anak burung, telur hijau terakhir pun menetas, ternyata isinya.. Kura-kura ninja! Eh, nggak juga ding, Kura-kura Biasa!. Ketika tiba waktu penting, yaitu waktu saatnya induk burung mengajari anak-anaknya terbang, hal yang jayus juga, saat Ibu burung berkata "ayo, siapa yang mau duluan?" kemudian salah satu anak burung melihat kebawah dan terkaget-kaget dengan ketinggiannya *toeng-toeng?!!!#$%^* Namun, aturan tetaplah aturan, kebiasaan bahwasanya telah menjadi adat burung. Ibu burung terbang ke bawah. anak burung I menyusul diikuti anak burung II diikuti anak burung III Kura-kura. Mereka yang punya sayap pun terkejut saat melihat si kura-kura kecil hijau nekat terjun padahal tahu bahwa dia tidak punya sayap. Mereka sangat cemas, was-was si kura-kura tentu bakal jatuh, ternyata dan ternyata, kura-kura tidak jatuh! *blup* sebuah balon besar tertiup dari mulut si kura-kura, lalu narrator berkata "Big Baboll, gede balonnya" *kurang lebih seperti itu ^^* Dan baru ku sadari bahwa itu adalah iklan permen karet! Saat melihat iklan tersebut untuk yang kedua kalinya, aku lebih mencermati adegan yang sempat terlewatkan dari mataku sebelumnya, yaitu ketika si kura-kura memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya dan perlahan mengunyahnya, permen karet. 
Menonton Inuyasha, menarik seperti biasa. Namun, sesuatu yang cukup lucu untuk membuatku geli adalah saat Sishomaru yang sangat cool membiarkan seorang siluman wanita *aku lupa namanya* hanyut terbawa arus sungai. lalu anak perempuan *aku juga lupa namanya* yang menjadi teman seperjalanan yang selalu bersama-sama Sishomaru ingin menyelamatkan wanita itu, tapi karena kecil, malah ikut hanyut diikuti siluman tua yang juga kecil. Alhasil, walaupun tanpa dipertontonkan bahaimana prosesnya, aku yakin bahwa Sishomaru yang menyelamatkan yang hanyut-hanyut tadi. Kemudian anak perempuan berkata pada siluman tua kecil "Aku yakin bahwa dia *siluman wanita tadi* menyukai Tuan Shishomaru..* Lalu siluman tua kecil bertanya "mengapa kau berkata seperti itu?" Anak kecil itu menjawab "karena tadi aku mendengar dia memuji Tuan Shishomaru..". Sebuah pernyataan lugu yang menurutku memang tak bisa disalahkan. You know, I feel the same way about it... I falling in love with someone! But, I can't tell you who he is.. hehe...
Inuyasha habis, ibu ikutan stand by depan TV, sambil berkata ingin menonton acara berita. Berita pa gosip nih? soalnya waktu ganti channel ke RCTI dan mendapati GoSpot malah kayanya udah terpana. tapi, aku yang bosan menonton gosip lebih mendukung ayah untuk mengganti channel ke TvOne, dengan slogannya Tv Pemilu, yang berisi berita-berita hangat dan acara-acara seputar pengetahuan. Saat membukan channel tersebut, aku mendapati seorang warganegara Amerika berkulit hitam dengan nama Arreal Tlightman*klo g slh*. Dia sedang diwawancarai oleh pembawa berita, yang satu lumayan cakep *hehe* yang satu lagi cewek yang cantik juga namanya Priscillia,*walalupun tidak berbadan langsing, tapi badannya yang berisi membuatnya terlihat imut-imut chubby gitu*. Setelah diwawancara, orang berkulit hitam berambut kriwil tadi pun menunjukkan kebolehannya *bukan makan beling*, ia pun memulai show-nya. Menyanyikan lagu dangdut!. Judulnya You. You win my heart. You Win my dreams. jangan tinggalkan aku, hidupku hampa tanpamu... Wah-wah-wah. Aku, ayah dan ibu *tidak termasuk Wulan, karena ia pagi-pagi gini sudah mesti pergi ke sekolah karena ada jadwal les alias belajar tambahan dalam rangka persiapan UN*, cukup terpana melihat si American menyanyikan lagu dangdut dengan sedikit cengkok. Cukup bangga juga *Dangdut is the musical of my country* ternyata dangdut kesukaan ayah -yang menurutku rada norak bahkan sampai membuatku berdebat kecil dengan ayah-cukup menarik bagi salah satu orang Amerika bahkan sampai membuatnya membuat album dangdut!, aku kurang pintar memprediksi akan bagaimana tanggapan Amerika tentang album dangdut pertamanya, tapi kalau sekedar mengira-ngira dengan sedikit berspekulasi *Orang Indonesia ngebet banget sama bule yang kulitnya putih banget itu, bagi Indonesian orang kulit putih itu cuakep banget, eh, ternyata orang Barat lebih suka sama cewek yang kulitnya sawo mateng kaya' orang Indonesia gini, nyanyi-nayanyiin lagu Barat dengan fasihnya adalah salah satu kebanggaan orang Indonesia, jadi kemungkinan besar nyanyiin lagu Indonesia yang unik bakal jadi kebanggan juga buat orang Barat sono!!. Yah, kali-kali aja lah...
Soal berdebat masalah aliran musik sama ayah memang tak dapat ditentukan siapa pemenangnya. tapi setahuku ayah selalu yang duluan memulai perdebatan. Misalnya dengan mengomentari atau lebih tepatnya mengkritik penyanyi-penyanyi pop. Gak penting banget, masa' kata ayah "Penyanyi pop gak ada yang cakep tuh *padahal sebelumnya Wulan sudah menyangkal -bahwa Pasha Ungu adalah salah satu contoh penyanyi pop yang cakep*. Tapi ayah tetep keukeuh mencibir, idih.. Kata ayah si Ridho Roma Irama *aku gak tahu siapa, mungkin anak Rhoma Irama* itu yang paling cakep gak ada tandingnya! aih..aih,, segitunya...
Ngomong-ngomong, minggu pagi ni jadi cukup sibuk sebagai calon sibuk yang tak mau sibuk. Ruri sms pagi-pagi nanyain "po gaweh hari ni?", mungkin dia berniat ditemenin jalan kali? tapi aku gak bales karena pulsa is so limitttt... Si Shelly juga semalem udah sampe nelpon-nelpon nyuruh kerumah dia dalam rangka minta pertolongan pengeditan foto. aku udah bilang kalo aku gak pinter ngedit, paling banter main brush doank. tapi dia tetep ngotot minta bantuan dengan dalih gak ada lagi yang bisa dimintai pertologan sementara besok tu foto mesti dikumpul *buat alkena*. Kemungkinan besar aku nggak bisa ke rumah Shelly *I have something else to do*. Tapi sejujurnya susah banget bilang nggak. Kasian juga kalo Shelly kerepotan sendirian. Aku sih gak repot lagi nyiapin foto terbaik dan mengeditnya karena kelas udah minta tolong fotografer proffesional *yang dengan akrab dipanggil 'tante' oleh Nina* buat ngelakuin semua itu. Kemarin, kami sekelas plus Pak 'E sebagai walikelas pemotretan di Bukit Siguntang. Pemandangan yang menghijau dengan cuaca sedikit mendung tanpa tetesan air, cukup menyenangkan. Sang fotrogafer pun sempet bilang "keren".Ngomong-ngomong soal keren nih, Si Jubah yang kemaren dateng dengan Beat Oranye dan kaos oblong putih sempet bikin anak-anak PSIS bilang "Jubah keereen",, *bangga banget kali ya dibilang keren?* hehe... Dan nyatanya emang menarik perhatian, temen-temen pada mau foto bareng dia?!@#$%^. Ruri bilang dia mo juga foto, tapi nanti pas perpisahan aja. Aku, gak bilang apa-apa. 
Pulang pemotretan, nyewa angkot lagi. Yang turun di swadaya; Aku, Pya, Laras, Shella, Pippy dan Rury. Shella, Pipy dan Rury dan Shella ngajak ke Gramed katanya sekalian nonton Wanita Berkalung Surban juga, karena takut kemaleman plus aku gak bwa duit buat itu semua, jadinya aku, Laras dan Pya memutuskan melanjutkan perjalanan pulang. Tapi di tengah perjalanan, kami bergagasan untuk mampir ke Obonk, sebuah resto di Patal yang menyediakan steak-steak-an. Kami makan, bercerita-cerita tentang kelas- dan sesekali menertawakan sesuatu. Pulang, [naik angkot sejahera lagi], kami duduk paling belakang bertiga berjejer dengan kaos putih -dan jilbab putih buat aku dan Pya- plus blujins. Setelah dua temanku turun, seorang -yang terlihat seperti mahasiswa- dengan rada sok akrab menegur "jangan nangis dek kawannyo balek?", "Balek kmano dek?" "Kakak turun duluan ye, dak papo ye?" "yosudah dengan senang hati" *oi dah, apodio?!@#$%^%
Ternyata orang sok akrab bisa ditemukan dimana saja... 
find me
find me
find me

0 komentar:

Poskan Komentar