Kamis, 09 April 2009

buku dari perpus skolah, sadar lagi..

Cewek mana juga yang nggak tergoda untuk selalu dekat dengan sang pujaan hati? Malah ada segurat kerisauan kalo lagi jauh sama dia yang dirindu (norak mode on). Itu jadi salah satu yang kadang bikin goyah prinsip: anti pacaran. Seringkali ada rasa pengen juga liat dua sejoli yang duduk berdua, berjalan beriringan disertai obrolan ringan. Haha.. Kalo buat aku sendiri sih sebenernya bukan antipacaran yang gimana, tapi lebih ke arah rasionalitas bahwa memang benar adanya tidak adanya istilah pacaran dalam kamus hidup sesungguhnya.


Puluhan artikel tentang cinta udah ku baca, tapi tetep aja kalo udah baca, lewat-lewat aja, terlupakan jadi terbisik lagi deh pengen punya dan dipunyai someone special. Hihi… tapi semalem barusan tersadar lagi, gara-gara Wulan bawa buku dari perpus sekolahnya. Bukunya sih ringan banget, kecil lagi (tapi bermanfaat banget), cuma 81 halaman. Beda sama buku yang kubawa pulang sebelumnya (yang juga bermanfaat banget buat renungan rasa syukur) Dalam Semesta Cinta, Pipiet Senja yang ku pinjem dari Arina, yang berisi pesan moral gede tentang ketabahan dan ketegaran dalam menghadapi hidup sebagai seorang wanita dengan keterbatasan yang tak membatasi. Apalagi dibanding dengan buku yang dibawa dari rumah nenek yang berjudul Ahmad Yani dengan hardcover terbitan lama 333 halaman dengan cerita sejarah dan peperangan dan diketik 1 spasi saja. Buku yang dibawa Wulan judulnya “kalo kamu jatuh cinta”. Dengan subtitle: “dari ‘GeEr’ sampe ‘teler’” yang nulis konon disebut sebagai ‘Ustadz cinta’ karena ia menyediakan sejenis layanan sms untuk menjawab persoalan cinta dari pandangan islam. Nama asli Ustadz cinta itu adalah Restu Sugiharto. Disitu juga ada logo ‘dakwah taiment’. kalo kamu jatuh cinta dari geer sampe teler

Isi bukunya sebagian besar tentang tanya jawab seputar cinta, mulai dari lomba mencari cinta, cinta segitiga, dilema cinta sampai cinta sejati. Ada juga tentang sahabatan, dan yang parah juga ada (hal yang sudah diluar batas dan melanggar syariat: disuruh cepet tobat!) . semuanya cukup membantu dan membuka pikiran ketika mengerti saat membacanya. Apalagi yang ditanyakan benar-benar realita atau bahkan sangat mirip dengan yang pernah kita alami. (hmm. Jadi ngerasa waras banget…)

Sebelum membahas tanya-jawab soal cinta. Buku tersebut mengawali saran dengan “Kiat Sukses Dalam Bercinta”. Yaitu 6J: Jangan tergesa ungkapan cinta, Jelaskan dulu, mengapa bisa sampai jatuh cinta?, Jamin cintamu karena Allah, Jaga agar cinta tetap suci, Jajaki lah lewat persahabatan, dan Jangkau langkah selanjutnya.

Yup baiklah,,, sekarang saya merasa sudah mengerti.

Mengerti akan keadaan ini.

Mengapa saya pernah merasa seperti itu.

Karena memang saya harus seperti ini.

Indahkan saya dalam persahabatan :)

1 komentar:

Anggia mengatakan...

iyo2, maklum li, amatiran nn msh, hehe.. ni baru buka lagi nah....

Poskan Komentar