Kamis, 09 April 2009

Saya rabun nih, pilih mana: Kacamata, Softlen, Operasi lasik

Mata sebagai salah satu panca indra yang sangat penting bagi tubuh. Dengan mata, kita bisa menikmati pemandangan yang indah dan melihat orang-orang yang kita cintai. Tetapi, karena salah dalam menggunakannya atau karena faktor bawaan, dapat membuat mata tidak dapat berfungsi secara maksimal.
Berbagai cacat mata yang umum ditemui adalah rabun dekat, rabun jauh, silinder. Cara yang paling umum digunakan untuk mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan kacamata. Seiring dengan kemajuan zaman, banyak yang menggunakan soft lens yang langsung diletakkan pada lensa mata. Atau bagi yang tidak suka menggunakan kacamata atau soft lens, pilihan lain adalah dengan melakukan operasi lasik sehingga mata Anda dapat kembali berfungsi secara normal.
Masing-masing alternatif tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Bagi Anda yang ingin mencoba alternatif tersebut, Anda bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga dapat memilih sesuai kebutuhan.

Kacamata

Kelebihan Kacamata:
Sebagai gaya dan menambah penampilan.
Dapat membuat wajah lebih berkarakter.

Kekurangan Kacamata:
Terasa ada yang mengganjal di dekat hidung dan telinga, sehingga tidak nyaman.
Mengganggu aktivitas Bila berada dalam lingkungan yang panas, kaca sering berembun atau terkena keringat.
Bila Anda memilih berkacamata, Anda juga harus memilih lensa yang akan digunakan. Lensa yang ada tersedia dalam 2 pilihan, yaitu lensa kaca dan plastik. Keuntungan dari lensa kaca adalah lebih tipis, tetapi lebih berat dan mudah pecah. Sedangkan lensa plastik lebih ringan dan tidak mudah pecah, tetapi lebih tebal dan mudah tergores.

Softlens

Kelebihan Softlens:
Menambah gaya Warna-warna softlens yang cantik, dapat membuat mata lebih indah.
Lebih nyaman Tidak ada benda asing di wajah.

Kekurangan Softlens:
Repot dalam perawatan Softlens senantiasa harus dibersihkan dan disimpan dengan baik.
Dapat menyebabkan iritasi bila tidak rajin dalam membersihkannya.



Operasi Lasik

Kelebihan Operasi Lasik:
Dapat melihat secara normal tanpa perlu alat bantu penglihatan (kacamata atau softlens) sehingga lebih nyaman.
Tidak perlu ganti kacamata atau softlens. Anda juga tidak direpotkan dengan perawatannya.


Kekurangan Operasi Lasik:
Takut Karena harus membedah mata, hal ini dapat menimbulkan ketakutan pada pasien.
Mahal Biaya yang dibutuhkan sekitar 8 juta-10 juta rupiah / mata.
Operasi ini dilakukan dengan membedah mata Anda, memperbaiki mata Anda agar dapat kembali normal tanpa bantuan kacamata atau softlens. Pada tahap awal operasi ini, Anda akan diperiksa untuk mengetahui kesehatan Anda. Tahap selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi mata apakah mata mampu bila dilaksanakan operasi ini atau tidak.

Operasi yang dilakukan hanya memakan waktu sekitar 20 menit dan tanpa proses penjahitan, karena pembedahan dilakukan dengan menggunakan laser. Pembedahan dilakukan untuk membuka lapisan kornea, dilakukan penyinaran untuk memperbaiki mata yang rusak, kemudian ditutup kembali dimana kornea akan menempel sendiri tanpa perlu dijahit.

Dalam masa penyembuhan setelah operasi, Anda perlu benar-benar menjaga mata Anda agar operasi ini berhasil seperti yang diharapkan. Mata harus tetap terlindung dengan menggunakan pelindung mata. Mata tidak boleh terkena air secara langsung dan harus cukup istirahat.

Bila Anda berminat untuk melakukan operasi lasik, pastikan tempat dan dokter yang Anda pilih benar-benar mampu melakukannya agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah pada mata Anda.


Sehubungan dengan artikel diatas, saya yang kebetulan juga 'bermasalah' dengan salah satu bagian yang indah dari diri saya *hehe* yaitu mata,, cukup merasa 'diberi tahu' walau sekedar untuk meyakinkan saya bahwa menggunakan softlens tidak sesuram yang beberapa orang bayangkan. Karena disitu resiko yang disebutkan adalah iritasi jika tak rajin membersihkannya, dan itu sudah terjadi pada saya :), Alhamdulillah tidak berakibat buruk... biasa saja.. kaya' kelilipan,, hehe..

(walau ada juga sih kasus menyeramkan sampai harus dioperasi gara-gara softlens, kebanyakan sih karena kecerobohan yang gak ketulungan, misalnya gak buka softlens sampe lebih tiga hari?!, tapi Insya Allah itu gak akan terjadi pada saya)

sebelum memutuskan memakai softlens *warna abu-abu yang sudah 'melengkapi' saya selama kurang lebh enam bulan*, saya memakai kacamata. Sempet dua kali ganti, dari SMP yang framaenya setengah dan gagangnya tipis warna item, kacanya ya terbuat dari kaca, bentuknya petak kaya' yang suka dipake artis korea gitu,*lebai*. Trus. gara-gara gak hati-hati naroknya, kacamata itu pecah, gak pecah-pecah banget, cuma bagian pinggirnya, tapi tetep aja mengganggu, ditambah gagangnya yang rasanya gak lurus lagi. Diganti kacamata dengan gagang pink yang lebih tebel dengan setengah frame dan kaca yang terbuat dari plastik, petak juga *cuma gak sepetak yang sebelumnya* yang pada akhirnya tergores disana sini dan menimbulkan kebosanan luar biasa pada saya yang mulai tidak menyukai kacamata *walau ini kedengarrannya sedikit tak tahu diri_sudah dibantuin kacamata bukan terima kasih malah ngeluh,,hoo*
perlu mengumpulkan keberanian dan tekad sebelum memasukkan benda asing yang sekarang telah banyak membantu ke dalam mata saya untuk pertama kalinya. Dan saat ini saya mulai sangat terbiasa, bahkan merasa lebih nyaman *karena sudah rajin membersihkannya, hehe*

Kalo diatas disebutin keunggulan kacamata: bisa membuat wajah lebih berkarakter atau pun menambah gaya penampilan, buat saya, itu gak berlaku sama sekali. Soalnya saya merasa lebih jelek dengan benda berlensa itu menempel depan hidung saya. Dan, syukur,,, kemajuan teknologi berhasil membantu manusia..

Bisa dibilang, pake softlens membuat saya merasa 'ini saya banget',, hihi...

Sebagian besar teman juga sependapat bahwa saya memang lebih baik atau lebih bagus pake softlens daripada kacamata.

Berikut beberapa komentar:

"softlennya bagus ya.."

"iya, cocokan pake softlens"

"yaah, kok gak pake kacamata lagi? aku lebih seneng liat kamu pake kacamata lho?"

"yah, udah gak pake kacamata lagi,, jadinya bukan Anggia Megane lagi *Megane=kacamata(dalam bahasa Jepang)* jadinya, Anggia softlen?!"

*koreksi: nama saya bukan Megane, tapi Megani.

"ih gaya banget mo pake softlens segala?! bukannya malah repot tuh, hehe.."

"tu soflennya merk apa?"

"berapa harganya?"

"belinya dimana?"

"warna apa tu?"

*?!@#$%^

Sampai saat ini, saya bahagia memakai softlens. hehe

Namun, tentu saya akan jauh lebih bahagia lagi jika tak harus memakai alat bantu apapun. Tapi, ternyata, harapan tinggal harapan,, soalnya minus 2,75 plus silindris 0,5 di mata kanan diringi minus 2,5 di mata kiri rasanya gak mungkin bisa sembuh sekejap mata,, bahkan untuk beberapa tahun pun. Ini saja, cuma berharap jangan sampe tambah parah. Dan Alhamdulillah minus yang sekarang udah turun sebanyak 1 dibanding waktu pertama kali pake kacamata,, *udah lama juga minusnya, kelas 6 SD minus 2, baru pake kacamata pas minus 3,75 dan 3,5 di kelas 2 SMP, karena duduk palingbelakang dan gak keliatan kalo guru bahasa inggris lagi nulis soal ulangan di papan tulis*

Cukup seneng juga bisa nurunin minus sebanyak satu angka. *tapi kemaren dapet bonus: silindris 0.5 dimata kanan_gak disetting pada softlens,,tapi gak bermasalah kok...*



Yang penting bisa ngejalanin hari dengan nyaman: bahagia...

0 komentar:

Poskan Komentar