Kamis, 09 April 2009

PMP

PMP UNSRI yang berkas-berkasnya mesti dikumpul dua hari lagi (17mar09) ke Bu Ratna, guru BK, ternyata masih teramat sangat belum benar-benar siap sama sekali ?!!! Ini akibat kebiasaan menunda-nunda mengharapkan The Power of Kepepet. Lagi harap-harap cemas juga apakah fotokopi raport sudah selasai dilegalisir besok? Hmm.. Harusnya sudah, karena sebenernya aku ngumpul dua minggu lalu, tapi ternyata belum terurus juga. Kata Sensei Herlina sih itu karena Pak Syaiful Bahri lagi dinas diluar sekolah kemaren-kemaren. Ya, pokoknya semua harus sudah beres besok karena deadline-nya keesokan harinya!


Awalnya, pagi-pagi waktu masuk mobil angkot antar-jemput, aku mendapati Intra memegang map dengan berkas-berkas yang ku ketahui sebagai perlengkapan buat daftar PMP USU-nya Intra. Aku pun menegur basa-basi “Aih kaya’nya udah siap semua nih..” Kemudian Intra pun bilang “Lho?Emang yang UNSRI belum ya? Bukannya kalo nggak salah bareng sama yang USU?”, aku kaget mengingat-ingat tanggal. “Hari ini tanggal berapa?” tanyaku pada Intra, “14 Maret”, jawab Arina,, “huwaa,, aku baru inget, di ruang BK ada tulisannya: Kumpul berkas UNSRI 16 Maret!

Di sekolah aku mengingatkan Wezdy yang juga ngambil PMDK UNSRI di kelas selain aku dan Shella. Ternyata dia juga belum ngapa-ngapain. Sama parahnya (paling nggak aku sedikit mendingan soalnya udah ngelingkerin penuh LJK kecuali yang daftar isian peringkat [nunggu instruksi selanjutnya]. Dan akhirnya kami pun memutuskan rela bolak-balik ruang T.U yang jauh itu.

Semua hampir beres, tinggal bikin lamaran yang ditulis tangan dan dua surat pernyataan yang tinggal diketik aja karena udah ada contohnya. Trus ditempelin materai 6000 deh. Materainya udah dibeliin ayah, termasuk yang dititip Wezdy. Berarti tugasku mengeprint tiga rangkap dengan data berbeda dari dua surat pernyataan. Printer yang baru diisi tinta baru ternyata tak menorehkan tinta, aku pun memutuskan meminta ayah membeli tinta yang baru (lagi), tapi ternyata baru nge-print dua lembar, udah kabur-kabur di lembar ketiga, spekulasi aku dan Wulan kemungkinan besar Canon Pixma IP 1000 ini yang bermasalah. Jadinya, dengan berat hati aku harus nyatakan bahwa besok aku cuma bawa file-nya buat di-print di toko perlatan sekolah depan sekolah.

Dan sekarang aku cuma berharap bahwa semuanya akan lancar-lancar saja.

0 komentar:

Poskan Komentar