Jumat, 19 Juni 2009

masih libur

Pengumuman UN sudah kejadian

SekurangGawe

        Pengumuman UN sudah kejadian semingguan yang lalu. Ijazah sementara, SKHU beserta potokopian legalisirnya juga udah tersimpan rapi di dalem map. Berarti, urusan buat dateng ke sekolah beberapa minggu ke depan, tinggal ngambil rapot, ijazah, STTB yang ternyata legalisirnya dibutuhin pas mau registrasi
ulang UNSRI tanggal 1 Juli ntar.

Kemaren udah e-registrasi buat STAN, tapi datanya masih ada yang mau diperbaiki. Soal nomor validasi bukti setor yang nggak terbaca semuanya kaya’nya juga bukan masalah besar, tapi yang bikin aku agak sulit untuk menepis rasa ke-soktahu-an adalah karena aku menebalkan nomor validasi dan tulisan-tulisan lainnya yang mungkin gak seharusnya aku lakuin, hehe… tapi seandainya pun ke-soktahuan-ku berbuah pertanyaan, aku dengan yakin akan menjawab “soalnya kan bukti setor dipinta dua rangkap potokopiannya, pas aku fotokopi, ternyata nggak kelihatan sama sekali, jadi aku tebelin deh biar fotokopinya kelihatan, aku kreatif kan? hehe..
*pasang tampang seinnocent mungkin..wkwkwk*

        Tanggal 22 Juli ini, aku ikutan tes perhubungan, ambil jurusan LLU (Lalu Lintas Udara). sama sekali nggak niatjadi Taruna Diklat Perhubungan. Bukan apa-apa, tapi emang aku sadar diri kalo aku emang nggak berbakat sama sekali ke situ. di persyaratannya aja udah dibilangin nggak boleh pake kacamata *jadi, mentang-mentang aku pake softlens aku bisa ikutan, gitu?* I don't think so. I just didn't want to refuse my parent's request. Gak tahu kenapa pada semangat gitu nyuruh ikutan tes itu, padahal udah berkali-kali aku menegaskan tentang ketidaktertarikan ketidakmampuanku.
jadi, yah, aku itung ini kaya SIMAK UI waktu itu... My Try Out...! *sok cari pengalaman* :p

di sisi lain, ada juga temen yang niat banget kayanya mau masuk situ, tapi dia perhubungan darat. kemaren sempet sms nanyain lokasi ujiannya. aku bilang nggak tahu, karena emang aku kayanya nggak mau tahu... *sebelum ntar paling-paling dapet kartu kuning dari ayah: "jangan pernah menyepelekan satu hal pun" masa sih tempat buat tesnya aja belum dicari tahu sampe detik ini... yah, masih pake jawaban yang ku kirim lewat sms ke temen yang nanya itu "aku ikutin arus aja deh..hehe" *huh, jawaban yang tak bertanggung jawab*



F.A.S.S

    oh ya, soal kelulusan kemaren, alhamdulillah lulus semua..
:)

tapi sekolah kebanggaan tercinta dikabarkan gagal meraih peringkat pertama tingkat provinsi.

pagi-pagi sementara waktu nungguin pengumuman yang bakal diadain siang-siang, aku OL FB, di status temen katanya buat yang IPA juara 3 dan IPS juara 2. "It's not a good news!" tapi wall dari Nurul bilang ada kabar baek di Sumeks, setelah merentangkan koran yang berhasil kusambut dari tangan ayah, akhirnya aku nemu juga data-data itu. dari sekian banyak data angka yang tak cukup menarik untuk diperhatikan, aku menemukan sebuah jawaban. Target kami *anak-anak IPS TujuhBelas AngkatanSepuluh* terpenuhi: Peringkat Pertama. Walaupun cuma tingkat kota.  Buat yang IPA juga lumayan, peringkat dua.

Semoga buat selanjutnya bakal lebih baik lagi :)

Siang itu, sebelum ke sekolah, aku sempet-sempetin tidur siang *memanjakan mata dan tubuh yang sedikit lelah* sampe pada akhirnya Intra manggil. dia udah berseragam. ternyata ngajak bareng pergi pake motornya, karena kalo sendirian ntar nggak dapet izin mamanya. Ya udah, aku bilang kalo aku mau mandi dan ganti baju dulu. dia juga pulang dulu, trus kami pergi lewat jalan pintas seperti biasa. aku lumayan menikmati jalan pintas yang kami lalui, cukup sepi. cukup asri. di kanan kiri rumah-rumah, tapi nggak ada kegaduhan sama sekali, nyaris sunyi. Kami pun ngobrol, ngobrol apa saja yang bisa kami perbincangkan. kebanyakan tentang cowok, aku juga cukup nyambung dengan topik ini walaupun nggak punya cowok.. karena emang terkadang bener, "Tahu isi dunia nggak harus keliling dunia". selebihnya tentang berbagai peristiwa beserta pelakunya yang rasanya enak aja buat dikritik atau diketawain *ah dasar cewek ya...*

Di sekolah, dimulai dengan kata sambutan, kata pengantar, pembinaan, atau apapun namanya: kata-kata bijak khas guru, dari Kepala Sekolah, yang isinya seputar nasihat dan respon tentang hasil UN. Setelah itu selesai pengumuman, hari udah cukup sore juga. untung aja emang disuruh dateng siang *nggak disuruh dateng pagi dan dibiarkan menunggu seperti biasa*. Jadi siang yang panas itu tak terlalu membuat ku berkeluh kesah, biar kata keringet udah ngucur-ngucur tapi tetep ngebawa hasil UN dengan syukur... biar kata nilai rata-rataku nggak nyampe sembilan, tapi cukup banget buat ikutan tes STAN. biarpun nggak bersorak-sorak riang gembira tapi sesungging senyum cukup merekah... biar kata senyum dalem hati.. kadang geli sendiri inget yang selama ini terjadi... karena nggak terasa, satu satu terlewati, yang dipanggil UHB, UTS, US, dan terakhir UN. menyimpan sejarahnya sendiri-sendiri...

Setelah menorehkan cap dengan tiga jari di foto plus tandatangan yang juga mesti tertoreh di foto *tandatanganku yang pendek itu terkesan maksa banget kena fotonya*, kami keluar dari kelas, ruangan 25 *yang pada waktu itu membiarkan kami kepanasan karena AC-nya mati*. aku mencari Intra dengan tujuan mengajaknya pulang segera. tapi ternyata dia masih ada urusan sama Alan dan Kinanti. Jadi, aku memilih buat ke Masjid dulu, salat Ashar dulu. Di depan ruang 6 ketemu sama Arina dan Elia. Akhirnya aku ke Masjid bareng Arina, dan Elia juga ikutan sembari nungguin Revan.Ternyata di Masjid air lagi mati. Buat numpang ngambil air wudhu di kamar asrama adek kelas juga nggak memungkinkan, secara pada hari itu juga mereka perpisahan asrama. Jadinya, kami mengganti rencana. Aku pun memutuskan untuk pulang, setelah Intra selesai dengan urusannya dan setelah mengiyakan ajakan Fira, Shella-Shelly, buat nginep dirumah Shella/y. 

nggak terlalu mudah dapet persetujuan buat nginep dirumah temen, tapi akhirnya aku dapet dengan sedikit bujukan dan seonggok pesan hati-hati dari ibu. setelah mandi dan salat Ashar aku pun bersiap-siap, memasukkan baju ganti ke dalam tas plus celana batik yang jadi hadiah kenang-kenangan dari Laras pas di sekolah tadi. Ayah nganterin ke LBB Alumni, aku sama Fira janjian ketemuan disana. Pas masuk, salah seorang guru dan seorang staf administrasi di depan nanya "T.O atau STIS?". aku dengan begonya menggelengkan kepala melambaikan tangan, berkata "nggak..nggak" lalu berlalu begitu saja menuju WC *tempat ketemuan yang aneh*. Aku dan Fira ambil wudhu, trus naik ke lantai paling atas, salat magrib dulu. setelah itu, kami turun lagi, dan terhenti di beberapa anak tangga terakhir, bingung alasan apa yang mesti kami lontarkan, berhubung sore itu juga kami mestinya ada dalem  kelas. akhirnya kami berhasil kabur melewati mbak-mbak di meja depan yang lagi nerima telepon. Kami pun cekikikan di luar sambil berjalan menuju jembatan penyebrangan. It was not a nice trip to walk on the cross bridge in the darkness just with a friend.. tapi masih
mending daripada sendirian, hehe.. akhirnya, bis yang kami perlukan untuk menjangkau kediaman Shella-Shelly pun berhenti, kami pun naik, mencari tempat duduk kosong dan duduk. Fira sempet menegurku yang dengan santainya mengeluarkan hp untuk membalas sms. "Hehe.. Sorry Fir.. Suka nggak nyadar.."

di perjalanan menuju rumah Shella/y, kami sempat membicarakan tentang hasil UN yang tak terlalu membanggakan sekolah. Nggak terasa, kami pun sampai di jembatan Pusri,, Fira bahkan sempat berkata belum sampai akhirnya sadar kalau memang benar sudah sampai dan kami pun turun. aku mengingatkan Fira untuk mengirim sms ke Shelly buat sign kalo kami udah nyampe. Eh, boro-boro penyambutan, si Shella duduk aja pura-pura nggak liat *uh dasar Shella ;-)* then, kami berempat pun menuju ke kamarnya Shella/y.. ganti baju, ngobrol-ngobrol.. trus aku bilang kalo aku pengen nonton Boys Before Flowers, salah satu koleksi Shella/y dari sekian banyak koleksi film-film Korea. Shelly menyuruhku mengatur peralatan sendiri, ngambil laptop pinknya beserta peralatan
pelengkapnya dari laci container dan memasangkan hubungan listriknya. Aku pun mulai dari episode pertama, melewatkan yang ke-3 dan ke-4 karena sudah nonton di TV dan melanjutkan episode selanjutnya. Jam dua belas lewat. Lewat tengah malam.
Emang sih, pemain BBF ganteng-ganteng, Kim Bum yang imut, Lee Min Hoo yang senyumnya bikin meleleh, tapi tetep aja, berhubung capek dan biasa tidur cepet, aku rasanya lebih pengen tidur aja. Meskipun kebiasaan tidur jam sembilanan dicibir, aku tetep pengen ngacir, ngacir ke dunia mimpi yang berbalut tidur nyenyak.. Tapi niat tinggal niat, boro-boro mau langsung tidur setelah matiin laptop, obrolan nggak habis-habis gitu. ada-ada aja yang diomongin. apalagi Shella, rasanya tu anak nggak rela ngebiarin aku tidur cepet. tengah malem udah jauh lewat, dia masih berceloteh, alasannya dia nggak mau kalah sama orang karaokean yang suaranya kedengeran sampe rumahnya itu *adududuh.. dia mau nyaingin acara begadangnya orang OT?*, Shelly mulai nggak kedengeran suaranya, tak lama kemudian Fira pun tewas*pulas maksudnya, ini salah satu istilah aneh yang sering dipake Shella* dan tinggal aku yang masih menyahuti kata-kata dan pertanyaan Shella.. sampe akhirnya, aku berhasil menyelamatkan diri.. Sekitar jam 4, menjelang subuh! gila rekor ni...

Sebelum tidur, aku sengaja pasang alarm, karena aku yakin bakal kesiangan dengan mata seberat seton korupsi jam tidur. Untung kebangun karena alarm hp, aku menuju kamar mandi, ngambil wudhu, salat Shubuh, trus bersembunyi dibalik selimut lagi. sekitar setengah delapan aku baru benar-benar merasa sadarkan diri.
Shelly masih tidur. aku online facebook dari hp, ada inbox dari Uci, sahabatku yang ekarang berada di benua lain, ada-ada saja rangkaian katanya yang bisa bikin aku nyengir.. :) Fira mengotak-atik channel TV, Innuyasha, Detective Conan..
oh ya, tak lupa menggodai Fira, dengan tingkahnya yang kadang aneh bin lucu itu.
Ceritanya gini *langsung dari sumbernya, Fira sendiri ;)*, waktu mau tandatangan di ijazah sementara, dia minta waktu sama Sir Usman sang walikelas buat nyari pena hi-tech dulu biar tandatangannya bagus. setelah ketemu penanya, dia langsung dengan sigap membubuhkan tandatangan diatas ijazah sementaranya itu. Tapi apa yang dikatakan Sir Usman? Sir Usman dengan pertanyaan besar dan wajah keheranan tentunya menanyakan Fira Kenapa tandatangan di tempat tanda tangan Kepala Sekolah? alhasil isi kelasnya pun tertawa. dia pun diinstruksikan ke ruang tata usaha untuk minta dibuatkan yang baru. Guru-guru disana pun tak urung menertawakannya, bahkan kabarnya sang KepSek berniat mengajaknya foto bareng?!!! ahhahahaha... tapi ternyata Fira menolak, "tidak, terima kasih, Pak.." ^^

itu bukan bahasan buat pagi hari, yang jadi bahasan adalah Fira kepergok ngigau oleh aku dan Shella. haha.. sewaktu aku dan Shella masih ngobrol, belum tidur, tiba-tiba Fira merubah posisi berbaringnya menjadi setengah duduk dan berkata "Gigi Kau Shelly!", lalu ia pun kembali berbaring, kelihatan pulas.. aku dan Shella terdiam sesaat, saling bertatapan dan akhirnya tertawa geli menyadari betapa lucunya kata-kata yang dilontarkan Fira pada Shelly dalam igauannya itu...

Siang hari, aku masih pengen nonton BBF, tapi aku agak kurang sabaran pengen cepet tahu gimana keseluruhan isi ceritanya, aku pun melompat-lompat dari episode satu ke lainnya secara nggak beraturan dan intip-intipan. ternyata malah semakin banyak pertanyaan yang timbul "Lha? kok jadi gini sih? ceritanya gimana sih?" si Shella-Shelly pun berbaik hati menerangkan ceritanya, plus Fira yang menambahkan. aku sedih dengan cerita sad ending yang mereka ceritakan, sampe pada akhirnya aku pun ingin sekali rasanya menjitak kepala mereka satu persatu karena ternyata aku dibohongi! kurang ajar! %> awass ya... tapi aku masih tergolong beruntung karena Shella-Shelly segera mengakui ke-tega-annya itu.. jadi aku nggak mesti berlama-lama merenungi film yang ceritanya jadi tragis versi mereka.. dan nggak malu kalo sampe aku keceplos cerita versi mereka ke orang lain...

Sorenya, aku mandi, ganti baju, dan pamit bersama Fira. Aku dan Fira naik bis yang berbeda kali ini, soalnya aku masih niat mau pergi les buat ikutan T.O, fira ada urusan jadi langsung pulang. Sesampainya di les, aku beruntung karena sepertinya belum mulai T.O, aku masih bisa ngambil nafas, salat Ashar dulu. setelah itu aku masuk ke kelas yang ternyata ada guru Bahasa Indonesianya..belajar? aku panik dalam hati, karena tasku kini cuma penuh sesak oleh baju ngingep, nggak ada modul, sementara yang laen udah pada ngeluarin modul, sang pak guru pun mulai nanya yang kujawab dengan anggukan doank, akhirnya aku tebus keherananku dengan bertanya pada orang disebelahku "bukannya hari ini T.O ya?", trus dia bilang "kamu mau T.O ya?" aku bilang iya trus dia bilang kalo mau T.O bisa kok dikelas sebelah. akhirnya aku mengacungkan jari seraya berkata permisi "Pak, ikut T.O boleh kan?" Bapak itu mengizinkan. aku pun ngibrit ke kelas sebelah yang cukup sepi *jauh lebih sepi dari kelas yang tadi* aman, tenang, sejahtera, ada cowok cakepnya lagi *halahh*, ada salah satu temen sekolahku juga disana, aku duduk seraya berkata "mending T.O aja,, nggak bawa modul gini,,hehehe" 

Pulang les, aku masuk rumah dengan langkah gontai khas kecapekan. Aku makan banyak. lalu tidurrrr.....

besoknya, aku bangun dan menyadari kalo flu-ku sebelum menginap dirumah Shella/y sekarang mulai mereda.. syukurlah.. nggak nyesel aku nggak nolak ajakan nginep, yang penting bisa kumpul bareng walau nggak bener-bener fit. Kemaren Minggu, Hari ini Senin, dijadwalkan buat men-cap-tiga jari di SKHU dan konfirmasi permintaan fotokopi legalisir. Siang itu, aku jalan dari rumah ke depan *ke jalan yang dilewatin bis*, sendirian boook.. nggak biasanya kan? haha... iya nih, gara-gara Kupu-kupu Merah_angkot anter jemput yang biasa ngangkut aku dari dan ke sekolah nggak beroperasi lagi.. ditambah ayah nggak bisa nganter, ditambah Intra nggak bisa bareng, ditambah lagi nggak ada cowok yang nawarin nganter *haha, kanjai !*. Jadinya, dikurang dengan: bulatkan tekat, satukan niat: ini hari pertama dan terakhir aku pergi ke sekolah sendiri. naek bis. nyebrang. naek ojek. hmmh... not too bad.. paling nggak aku ngerasa udah ekstra hati-hati dalam hal sebrang-menyebrang jalan yang rame bis,truk,dkk yang doyan berdebusss*ngebut maksudnya*, jadi kalo sekiranya udah sepi tu jalan, baru deh nyebrang :p .....nggak bisa nggak, I have a bad experience about it, aku pernah hampir kecelakaan gitu.. gara-gara kecerobohan..hah, udah deh nggak usah dibahas lagi :(, yang penting sekarang I still alive.. dengan tak kurang satu
apapun *kecuali kulit yang nggak kaya' iklan Ponds ini kali ya? haha*

pas nyampe sekolah, beberapa orang temen lagi duduk-duduk di teras TU.
setelah nggak lebih dari 10 menit aku ngecap dan tandatangan, aku keluar, ngajak Shella/y, Fira ngenet kaya rencana Shella sebelumnya yang mau daftar online STAN bareng. kami pun naik ojek ke Sersan Sani, nyebrang, dan masuk ke BestStarNet. penuh. nunggu bentar ada dua orang keluar. Shella dan aku yang pake. nggak begitu lama aku pun keluar, nggak tahan dengan betapa lambatnya loading disitu, mungkin karena disitu disediakan fasilitas game online.. setelah aku keluar, Fira dan Shelly ikut keluar. tinggal Shella yang sepertinya masih berkutat dengan facebooknya, sembari nungguin Shella, Fira mulai jeprat-jepret pake hapeku yang udah pengen diganti itu,, setelah aku ngrim wall ke Shella ngingetin kalo udah sepuluh menit, Shella keluar dan gak lama kemudian perjalanan pun dialihkan ke rumah shella-shelly untuk singgah sebelum karaokean.. :D

0 komentar:

Poskan Komentar