Senin, 14 Juni 2010

Jadilah Wanita Paling Bahagia

   Well, ini kalimat perintah (sugestif) yang sangat indah bukan? Tapi ini bukan sekedar pernyataan tanpa bukti..
Sebagai manusia sudah sewajarnya kita mengalami berbagai hal dalam hidup, pahit, manis, getir, ceria, perih, penuh sensasi, semangat, hampir putus asa, depresi, pesimis, optimis, bingung, penasaran, pujian, cacian, kejujuran, kebohongan, kesetiaan, tertawa, gembira, bercanda, marah, ngambek, baikan, semua hanya hal hal yang akan menyimbangkan kehidupan kita jika kita cerdas menghadapinya. Namun sebesar apa pun pengetahuan kita tentang keseimbangan, sebanyak apapun teori yang kita tahu mengenai kebahagiaan dalam hidup tak cukup jika kesadaran kita sebagai manusia itu sendiri sering terlupa. Kita sering menyebutnya khilaf. Dan saya termasuk salah satu yang sudah jengkel dan rada muak dengan kekhilafan yang saya lakukan lebih dari dua kali.
   Saya pernah menjadi seorang yang sangat bersedih hati, melupakan segala keindahan yang pernah saya lalui, dan mungkin telah mengingkari nikmat yang diberikan Allah untuk saya miliki. saya pernah menjadi sangat pesimis, segala perkataan orang disekitar membuat saya teriris, miris bukan? padahal harusnya semua tak terasa seburuk itu, jika saja saya 'selalu' menyadari hakikat adanya saya di bumi ini.
    Salah satu hal yang dapat sangat memotivasi hidup saya adalah literatur. 
Salah satu buku paling keren yang pernah saya baca :D
(tapi sekarang satus buku tersebut masih pinjeman) hehehe.. dan belum saya kembalikan ke Lidya sampe sekarang, saya sudah lama berencana membeli beberapa eksemplar buku berharga tersebut, tapi belum kesampean.. hihihi... yo... ayo... doain PPA cepet keluar... ATM bertambah, semua pun senang :D wkwkwwk

Saya harap saya tak pernah lupa dengan konsep diri mengenai siapa saya, saya ini ciptaan-Nya, jadi harus tahu hidup saya ini untuk apa... saya harus tahu mengapa harus ada hal buruk terjadi di hidup saya hanya dengan menyadari bahwa semua hal baik dalam hidup saya adalah keindahan yang semakin lengkap karena adanya ketidaksempurnaan...
tanpa saya sadari.. Allah telah mengabulkan beberapa harapan saya, yang untuk beberapa tahun kebelakang saya kira cuma mimpi... dan jika sekarang masih banyak ingin saya yang belum terwujud.. bukan berarti saya harus depresi dan putus asa... mungkin cuma belum waktunya.. Allah pasti punya rencana yang indah...
Harusnya saya pun berusaha mengindahkan diri saya...dengan menyempurnakan ibadah saya yang teramat sering saya lakukan....Dzikrullah... semoga saya tetap ingat apa yang saya sadari....

0 komentar:

Poskan Komentar