Senin, 14 Juni 2010

salah satu bentuk pertolongan-Nya

    Bukan sesuatu yang sangat hebat sih, cuma saya merasa sangat tertolong sehubungan dengan keberadaannya. Transmusi. Bus way yang belum lama (beberapa bulan terakhir) beroperasi di kota saya ini telah membuat saya jatuh cinta pada naikan pertama. Nyaman, aman, tenang, dan menyenangkan. Nyaman, aman dan tenang karena suhu cabin yang menggunakan AC, aman karena tidak ada preman-premanan dan kasus pencopetan apalagi pemalakan alhamdulillah belum terdengar sampai saat ini dan semoga saja tak terdengar, tenang tanpa musik ajep-ajep yang memusingkan dan distel keras, karena di Transmusi, musik yang di stel slow, pop dan dengan volume yang biasa, tidak bising. Dan yang terpenting lagi: area bebas asap rokok. Love it. Oh ya, saya sebut menyenangkan, karena saat berada dalam transmusi saya sering memperhatikan beragam jenis manusia yang ada di dalamnya, benar-benar nyaman untuk melihat-lihat, hihihi, nggak kok, yang saya lihat itu anak-anak yang masih kecil-kecil, yang lucu-lucu banget, yang suka berceloteh, bahkan saya pernah bermain bersama seorang anak kecil yang terlihat sangat ceria sekali tertawa saat saya mencoba menegurnya. Selain itu, selalu ada hal-hal tak terduga yang dapat membuat saya menyunggingkan senyuman. :)

Saya biasa naik Transmusi yang ke sako (dari halte Unsri B, tapi sekarang lebih sering naik dari halte pascasarjana Unsri) ini nih bis nya:
kalo kondisi dalemnya kaya' gini nih:
eh, ada juga bis yang panjaaang lhoo... tapi nggak ke sako.. (km12-ampera)
biasanya kan transit, hehe
bukan saya aja lho yang bilang Transmusi nyaman, banyak sudah yang sependapat dengan saya,

pokoknya, Transmusi di siang hari yang super duper panassss tadi, dapat membuat saya terbebas dari keluhan panjang... wkwkwkwk

0 komentar:

Poskan Komentar