Sabtu, 04 Desember 2010

Mahasiswa Aktif, Cermin Pemuda Berkualitas yang Dapat Diandalkan Indonesia

Sering kita mendengar tentang berbagai organisasi yang ada di kampus pada setiap Universitas. Bahkan, sebelum memasuki masa-masa kuliah. Di sekolah pun, kita telah diperkenalkan dengan organisasi-organisasi yang akan membantu kita bersosialisasi, mengenal lebih banyak orang, mengenal tentang jaringan, mengetahui banyak hal yang berkenaan dengan hubungan antar manusia dalam lingkup formal, menambah wawasan, berbagi pengetahuan, menambah keterampilan, mengembangkan bakat dan tentu saja mengaktualisasikan diri dengan menciptakan eksistensi diri melalui kelompok organisasi.
Anggota organisasi identik dengan seseorang yang aktif. Mungkin tidak semuanya dapat dikatakan aktif dalam berorganisasi, namun biasanya seorang yang telah bergabung dalam sebuah organisasi akan dituntut untuk memiliki kepekaan sosial yang lebih tinggi seiring dengan jadwal kegiatan dan adanya aktivitas organisasi. Adanya struktur dan prosedur dalam organisasi pun akan melatih kita untuk hidup secara disiplin, dengan aturan, karena untuk menciptakan keadaan yang teratur tentu saja diperlukan aturan yang diataati. Untuk menjadi teratur, kita sadar kita perlu diatur.
Aturan tidak berarti menjadi sebuah pengekang dalam hidup kita. Aturan justru membantu kita agar hidup kita tidak berantakan. Memang tidak ada aturan tertulis bagi kita untuk menjadi mahasiswa yang aktif, tidak ada larangan pula untuk menjadi mahasiswa yang pasif. Namun, pernahkah kita berfikir? Bahwa untuk menjadi mahasiswa aktif tidak diperlukan sebuah aturan yang diterapkan, akan tetapi ‘menjadi mahasiswa aktif’ adalah sebuah kebutuhan bagi kita, para pemuda, bagi kita yang kelak akan menentukan kemana arah bangsa ini.
Ketika tadi saya berbicara tentang organisasi, saya tidak bermaksud menekankan bahwa apabila ingin aktif, aktiflah berorganisasi. Itu hanya salah satu contoh yang paling sering dijadikan sebagai simbol mahasiswa aktif. Dan menurut saya memang benar, tak ada salahnya untuk ikut dalam suatu organisasi yang bermanfaat, yang cocok untuk kita, yang dapat membantu kita untuk maju, karena jika kita memanfaatkan organisasi sebagai fasilitas secara benar, maka banyak keuntungan yang dapat kita ambil. Misalnya, dapat menjadi lebih pemberani, berani berbicara di depan umum, berani mengeluarkan pendapat, kritik dan saran yang membangun, berani untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Karena setiap orang pasti ingin maju, setiap orang butuh kemajuan, setiap orang sadar akan keinginan dan kebutuhannya dalam usaha mencapai tujuan dan kemakmuran dalam hidupnya. Tidak berlebihan jika saya menghubungkan keaktifan sebagai mahasiswa dengan tujuan dan kemakmuran hidup sebagai manusia, karena untuk menjadi aktif, diperlukan hal-hal baik yang harus kita lakukan, dan sehubungan dengan perilaku baik ini maka secara alami hidup kita pun akan berlangsung dengan baik. Hidup yang berlangsung baik bukan berarti hidup tanpa hambatan. Tetap ada hambatan, namun sebagai manusia yang diberi akal, kita dapat mencari solusi atau pemecahan dari masalah yang kita hadapi. Kita dapat menemukan cara untuk mengatasi kendala yang kita hadapi. Karena hidup yang lengkap selalu menemukan kendala atau ditemukan masalah.
Lihat saja dalam proses belajar sebagai mahasiswa. Tidak semudah yang kita mau. Sering kita temukan kendala dan permasalahan, mulai dari masalah fasilitas, sarana prasarana, lingkungan, faktor pendukung, bahkan masalah dapat datang dari diri kita sendiri.
Sering kita mengeluh dalam proses belajar di dalam kelas, kita terkadang tidak mengerti dengan apa yang dijelaskan dosen, namun tentu saja kita tak dapat sepenuhnya menyalahkan cara mengajar dosen yang kurang efektif atau kurang cocok bagi kita, coba telusuri kembali, mungkin saja masalahnya ada pada diri kita yang kurang memperhatikan penjelasan dosen tersebut. Dan adanya kemampuan untuk memperbaiki diri adalah usaha terbaik untuk tetap menatap kehidupan.
Kita patut bersyukur, secara umum, fasilitas, sarana dan prasarana di FISIP UNSRI masih tergolong “layak” untuk digunakan. Mungkin memang tak sebagus yang kita inginkan. Namun, bukan berarti itu lantas menjadi penghalang terbesar kita untuk maju, ingatlah masih banyak saudara-saudara kita yang menginginkan dapat mengenyam perkuliahan tetapi terhalang oleh kemampuan dan biaya.
Jadi, apa pun kendalanya, berusahalah untuk tetap menjadi mahasiswa aktif. Tidak harus selalu diidentikan dengan organisasi, namun tak ada salahnya untuk bergabung dalam organisasi yang kita rasa dapat membantu kita mengaktualisasikan diri. Proses menjadi yang lebih baik pun harus dilalui dengan menjadi mahasiswa yang aktif belajar, aktif mencari bahan pelajaran, mengkaji informasi yang didapat, baik dari dosen ataupun dari surat kabar dan berita aktual, darimanapun sumbernya. Aktif memperbaiki tingkah laku, perbaikan akhlak.
Jadilah mahasiswa aktif. Karena tak ada satupun dari kita yang mau merugi.

0 komentar:

Poskan Komentar