Sabtu, 04 Desember 2010

Pengertian Organisasi Publik dan Bisnis

Perbedaan antara privat dan publik adalah pada sasarannya. Sesuai denganiIstilah publik dan privat itu sendiri, yang berasal dari bahasa latin. Publik yang berarti “of people” (yang berkenaan dengan masyarakat), privat berarti “set apart” (yang terpisah). Jadi, organisasi publik adalah ditujukan pada masyarakat secara umum, sementara organisasi privat ditujukan pada hal-hal yang ‘teerpisah’ dari masyarakat secara umum.
Pengertian organisasi publik bermula dari konsep ‘barang publik’ (public goods) yaitu adanya produk-produk tertentu berupa barang dan jasa yang tidak dapat dipenuhi dengan mekanisme pasar yang dilakukan oleh individu. Itu berarti adanya produk yang bersifat kolektif yang harus diupayakan secara kolektif pula sebagai alasan mengapa organisasi publik perlu diadakan. Fungsi organisasi publik itu sendiri adalah mengatur pelayanan yang dibutuhkanmasyarakat secara umum.
Salah satu unsur mendasar untuk membedakan antara organisasi publik dan privat adalah “laba” atau “keuntungan”. Organisasi pemerintah tidak dijalankan dengan cara-cara bisnis, adapun alasannya antara lain;
1. Kebijakan-kebijakan pengelola atau pemimpin organisasi publik (pemerintahan) pada dasarnya dimotivasi oleh keinginan untuk dipilih kembali, sementara organisasi bisnis untuk memperoleh laba.
2. Organisasi publik memperoleh sebagian besar uangnya dari pembayar pajak sedangakan organisasi privat dari pelanggan.
3. Organisasi publik bersifat demokratis dan terbuka, sehingga biasanya lebih lamban dalam pengambilan keputusan, sementara organisasi bisnis berpedoman pada hukum pasar sehingga bisa mengambil dan atau mengubah keputusan dengan cepat sesuai keinginan konsumen.
4. Misi organisasi publik adalah “melakukan kebaikan”, bukan menghasilan uang, sehingga konsep “untung-rugi” dalam bisnis berubah menjadi pertimbangan moral pada organisasi publik.
Melalui ciri-ciri tersebut, dapat disimpulkan bahwa organisasi publik pada dasarnya bertujuan menghasilkan pelayanan terhadap masyarakat, tanpa membedakan status dan kedudukannya. Sementara organisasi bisnis ditujukan untuk menyediakan barang dan jasa pada konsumen, yang dibedakan dari kemampuannya membayar (ability to pay) barang dan jasa tersebut sesuai dengan hukum pasar.
Pada kenyataannya, banyak organisasi yang merupakan campuran dari publik dan privat, Tomkins memebeakan tipe-tipe organisasi tersebut;
1. Swasta penuh (Fully Private)
2. Perusahaan swasta dengan sebagian saham milik pemerintah (joint private and public venture)
3. Kerjasama joint venture swasta dan pemerintah (joint priate and public venture)
4. Sarana publik yang dioperasikan swasta (public infrastructure operating privately)
5. Perusahaan swasta yang diatur pemerintah (private regulated)
6. Pekerjaan dengan sistem kontrak (contracted out)
7. Perusahaan publik monopoli atau tanpa kompetisi (public without competition)
8. Sarana milik publik atau masyarakat (public infrastructure)
Dapat disimpulkan, organisasi publik dan privat dibedakan berdasarkan beberpa faktor; (1) Tujuan antara laba dan non laba, (2) produk yang dihasilkan, (3) cara pengambilan keputusan, (4) ukuran kinerja.

Perbedaan Lingkungan Organisasi Publik dan Bisnis
Perbedaan utama antara organisasi publik dan privat adalah lingkungan otorisasi. Untuk melakukan sesuatu, organisasi publik terlebih dahulu harus mendapatkan izin atau legalitas. Organisasi bisnis sebenarnya juga memiliki lingkungan otorisasi, misalnya dewan komisaris atau rapat umum pemegang saham, namun tidak sekompleks organisasi publik.

Ciri-ciri organisasi publik dan privat (bisnis)
Dari berbagai ciri-ciri yang ada, didapatkan perbedaan bahwa seorang pengelola organisasi publik selalu berhadapan dengan tantangan tugas dan kompleksitas yang lebih rumit daripada organisasi bisnis. Namun perbedaan tingkat kesulitannya tetap bergantung pada kondisi dan situasi masing-masing organisasi itu sendiri.

0 komentar:

Poskan Komentar