Sabtu, 12 September 2015

Keluargaku

 Aku anak pertama dari dua bersaudara.
Tumbuh dengan motivasi tinggi untuk membahagiakan keluarga.

Ayah. Yang perhatian dan ketegasannya beriringan. Peraturan ketat yang pada akhirnya aku sadari memang sewajarnya diberlakukan pada anak gadis. Apalagi pada zaman seperti sekarang ini. Ayah yang mendidik dengan cukup keras tapi kasih sayangnya berlimpah ruah. Selalu ingin anaknya mendapat yang terbaik, menjadi yang terbaik yang bisa diusahakan. Selalu memperlakukanku sebagai kebanggaan. Sangat menyenangkan saat bercerita pun saat telponan, karena sekarang berjauhan.. ayah sungguh luar biasa.

Ibu. Yang kelembutannya sungguh mampu mengimbangi ayah. Menjadi satu kesatuan yang harmonis. Yang selalu hangat dalam tiap belaian tangannya. Yang usapan tangannya selalu aku rindukan di saat-saat sekarang jauh dari rumah. Yang rajin memasak. Yang shalihah. Yang rendah hati. Yang berjuang untuk menjadikanku orang yang berilmu. Yang tiap aku mengingatnya hidungku mulai merah dan mataku mulai basah.

Adek Wulan. Yang sayangnya seringkali tak cepat dideteksi orang, tapi sikap perhatian dan cekatannya sungguh patut diacungi jempol. Kemampuannya untuk menjadikan dirinya melakukan hal-hal diatas standar tak usah diragukan. Dia belajar ini dan itu dan dia ingin yang dia pelajari dapat membuat kami keluarganya mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Sangat menyukai trend. Keras tapi cengeng. Kasih sayangnya selalu ada dibalik kecerewetannya.

Kami hanya keluarga sederhana. Yang alhamdulillah bahagia. Dan semoga bisa selalu dan lebih bahagia lagi. Semoga Allah selalu mencukupkan. Dan melindungi kami. Aamiin.

0 komentar:

Poskan Komentar